• Kamis, 7 Juli 2022

Tingkatkan Literasi Keuangan Syariah, 1.123 Mahasiswa 5 Kampus Ternama Ikuti SSBM BSI

- Rabu, 13 Oktober 2021 | 15:35 WIB
Wakil Direktur Utama 2 Bank Syariah Indonesia Abdullah Firman Wibowo (Dok BSI)
Wakil Direktur Utama 2 Bank Syariah Indonesia Abdullah Firman Wibowo (Dok BSI)

VIEWS, JAKARTA - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) berkomitmen meningkatkan literasi keuangan syariah di kalangan generasi milenial khususnya mahasiswa melalui program Strategic Sharia Banking Management (SSBM). Sepanjang tahun ini sudah tercatat sebanyak 1.123 mahasiswa dari lima universitas terkemuka mengikuti program tersebut.

SSBM merupakan program kolaborasi BSI dengan Universitas Indonesia, Universitas Padjajaran, Institut Pertanian Bogor, Universitas Brawijaya, dan Universitas Muhammadiyah Jakarta. Adapun jumlah peserta terbanyak program SSBM sepanjang 2021 adalah dari Universitas Indonesia.

Dalam program ini, pengajar berasal dari praktisi keuangan syariah BSI. Proses literasi dilakukan dengan metode pembelajaran secara online digital learning, studi kasus, dan tugas kelompok. Hadir dalam Kuliah Umum SSBM Wakil Direktur Utama 2 Bank Syariah Indonesia Abdullah Firman Wibowo, yang memberikan materi tentang pengelolaan kas syariah dan bank internasional.

Dalam paparannya di hadapan para mahasiswa yang dilakukan secara daring, Firman menjabarkan perbedaan perbankan syariah dan konvensional. Dia menjelaskan dasar bisnis perbankan melalui tiga kegiatan yang dilakukan yaitu, menghimpun, menyalurkan, dan memberikan jasa perbankan. Hal yang membedakan antara bank syariah dan konvensional adalah akad.

Baca Juga: BSI Gandeng BMT Nusantara, Perkuat Ekosistem Keuangan Syariah

Baca Juga: PPKM Darurat, BSI Ubah Skema Migrasi Nasabah

Baca Juga: BSI Wujud Nyata Gravitasi Ekonomi Syariah Dunia

“Yang lebih penting, sumber dana dan penghimpunan dana melalui prinsip syariah dengan akad yang disepakati antara bank dengan pemilik dana. Dari hasil penghimpunan tersebut, treasury mengelola sumber dana yang masuk dan menggunakan dana tersebut dengan tepat,” kata Firman.

Dalam penjelasannya Firman pun menekankan treasury bertujuan menjaga kelangsungan bisnis bank melalui kecukupan likuiditas, peningkatan yield atas dana idle, serta dukungan lainnya pada bisnis pembiayaan dan transaksi. Bisnis Internasional pun mendukung kinerja melalui perluasan hubungan strategis dengan counterpart, penetapan credit limit, serta membangun bisnis secara reciprocal.

Halaman:

Editor: Mauliana Noor

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X