• Kamis, 7 Juli 2022

Inilah Tiga Kunci Penguatan Perbankan Syariah Menuju RI Pusat Ekonomi Halal Dunia

- Senin, 21 Februari 2022 | 13:56 WIB
Ilustrasi Bank Syariah Indonesia  (media indonesia)
Ilustrasi Bank Syariah Indonesia (media indonesia)


VIEWS, JAKARTA - Indonesia perlu menyelesaikan pekerjaan rumah guna memperkuat industri perbankan syariah agar potensi besar negara ini menjadi pusat gravitasi ekonomi halal dunia dapat terwujud. Tiga hal yang perlu dilakukan yakni dukungan regulasi, peningkatan daya saing perbankan syariah dan literasi dan inklusi keuangan syariah.

Wakil Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eko Listiyanto mengatakan sektor keuangan syariah memainkan peran strategis dalam ekosistem industri atau ekonomi halal. Penyaluran pembiayaan yang kuat menjadi satu kunci untuk industri halal melakukan ekspansi bisnis.

Saat ini, menurut Eko, dukungan bank syariah terhadap berbagai aktivitas ekonomi memang relatif masih rendah. Padahal sokongan industri perbankan untuk menjadikan Indonesia sebagai pemimpin ekonomi syariah tidak kalah penting.

Baca Juga: Di Milad ke Satu Bank Syariah Indonesia, Ada Cashback Rp1 Juta dan Biaya Admin Rp1

Eko menggarisbawahi satu kendala utama bank syariah di Tanah Air saat ini adalah permodalan. Sebagaimana diketahui sektor perbankan adalah industri padat modal, yang artinya dapat bergerak dengan bebas bila memiliki kantong tebal.
Untuk lebih meningkatkan peran bank Syariah, lanjut Eko, satu hal yang bisa dilakukan saat ini adalah mendorong lebih banyak produsen untuk masuk ke dalam ekosistem halal.

“Setelah banyak produsen masuk dalam ekonomi halal, akan lebih mudah mendorong bank-bank menyediakan layanan pembiayaan syariah. Karena pada umumnya bank follow the trade begitu ekonomi halal meningkat dengan cepat mereka akan menyambut,” katanya, Sabtu, 19 Februari 2022.

Dia pun menekankan bahwa jangan sampai Indonesia kehilangan momentum untuk menjadi negara adidaya dalam ekonomi syariah. Padahal saat ini pasar ekonomi halal tidak hanya menjadi incaran negara-negara mayoritas muslim, tapi juga negara non-muslim.

“Di tengah persaingan tersebut, Indonesia harus mengoptimalkan peluang yang dimiliki secara tepat,” tambah Eko.
Sebagai gambaran di Indonesia saat ini terdapat 12 bank syariah dan 20 unit usaha syariah (UUS). Dari 12 bank syariah tersebut, ada enam bank yang memiliki modal inti kurang dari Rp2 triliun. Sedangkan hanya satu bank yang memiliki modal inti lebih dari Rp20 triliun, yakni PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau BSI.

Seperti diketahui, BSI merupakan hasil penggabungan tiga bank syariah milik Himbara. BSI yang baru genap berusia satu tahun pada 1 Februari lalu memang mengemban tugas besar dari pemerintah untuk menopang ekonomi syariah dan industri halal di Tanah Air.

Terpisah, senada dengan Eko, pengamat ekonomi syariah Irfan Syauqi Beik mengatakan capaian Indonesia saat ini belum menggambarkan kekuatan sesungguhnya. Oleh karena itu wajar bila negara ini disebut berpotensi menjadi pusat ekonomi dan keuangan syariah dunia.

Halaman:

Editor: Silfa Utami

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Lima Fakta Bank BRI Mampu Cetak Laba Rp 32,22 triliun

Kamis, 3 Februari 2022 | 14:07 WIB

Terpopuler

X