• Kamis, 7 Juli 2022

Jadi Lokomotif Ekonomi Syariah, Pemerintah Perlu Kuatkan Status BSI

- Rabu, 23 Februari 2022 | 19:24 WIB
Ilustrasi Bank Syariah Indonesia  (media indonesia)
Ilustrasi Bank Syariah Indonesia (media indonesia)

 

 

VIEWS, JAKARTA - Pemerintah dinilai perlu memperkuat status PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BSI) menjadi lebih dari sekedar entitas anak usaha, agar peran strategisnya sebagai lokomotif ekonomi dan keuangan syariah di Tanah Air semakin kokoh dan mengakar.

Seperti diketahui BSI lahir pada 1 Februari 2021 atas inisiasi Kementerian BUMN melalui penggabungan dari anak usaha tiga bank syariah milik Himbara yaitu PT Bank Syariah Mandiri, PT Bank BNI Syariah, dan PT Bank BRIsyariah Tbk. Saat itu, pada hari lahirnya BSI, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo menaruh harapan besar.

Harapan-harapan itu di antaranya BSI harus benar-benar menjadi bank syariah yang universal. Artinya, terbuka, inklusif, menyambut baik siapapun yang ingin menjadi nasabah agar menjangkau lebih banyak masyarakat di Tanah Air.

Baca Juga: Buruan Cek...BSI Gelar Promo Spesial Serba Satu untuk Rumah Impian

Selain itu diharapkan pula melalui peran besar BSI, Indonesia yang memiliki penduduk muslim terbesar di dunia menjadi salah satu negara yang terdepan dalam hal perkembangan ekonomi syariah. Bahkan memainkan peranan penting di tataran global.

Dengan proyeksi tersebut, pengamat ekonomi dan perbankan Binus University Doddy Ariefianto mengatakan BSI masih memiliki satu kelemahan utama. Yaitu masih berstatus sebagai anak usaha bank BUMN. Padahal untuk melebarkan sayap, status BSI harus lebih kuat dari sekadar anak usaha.

“Saya pikir BSI harus menjadi entitas sendiri, kalau negara ini serius mengembangkan ekonomi syariah,” kata Doddy.

Halaman:

Editor: Mauliana Noor

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Lima Fakta Bank BRI Mampu Cetak Laba Rp 32,22 triliun

Kamis, 3 Februari 2022 | 14:07 WIB

Terpopuler

X