• Jumat, 20 Mei 2022

DPR Pertanyakan Alasan Dasar OJK Larangan Perdagangan Kripto

- Selasa, 8 Maret 2022 | 09:06 WIB
Membandingkan koin kripto seperti bitcoin dan emas
Membandingkan koin kripto seperti bitcoin dan emas

VIEWS, JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melarang semua bank di Indonesia untuk memperdagangkan dan memfasilitasi transaksi mata uang kripto saat ini tengah ramai diperbincangkan publik.

Hal ini mengacu dalam dalam UU perbankan disebut dalam pasal 6 huruf n, bahwa bank diperbolehkan melakukan kegiatan lain yang lazim dilakukan oleh bank sepanjang tidak bertentangan dengan undang-undang dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Menanggapi hal itu, Anggota Komisi XI DPR, Wihadi Wiyanto mempertanyakan alasan dan dasar dari pelarangan kripto dengan mengacu kepada UU disebutkan oleh OJK bahwa itu tidak lazim yg artinya ukuran kelaziman harus jelas tidak bisa diputuskan sepihak oleh OJK krn perdagangan investasi krypto diatur oleh Bappebti yg artinya disini ada kepastian untuk investasi.

Baca Juga: Belum Ada Izin ASIX Milik Anang Hermansyah Dilarang, Pelajari Apa Itu Token Kripto Sebelum Investasi

"Saya kira alasan OJK tidak boleh memperdagangkan kripto itu harus didasari oleh UU yang jelas, sedangkan UU yang langsung melarang kripto itu tidak ada. Kenapa itu dia melarang kripto," kata Wihadi kepada wartawan, Selasa 8 Maret 2022.

"Sedangkan masyarakat sekarang ini sudah memperdagangkan kripto melalui Bappeti. Nah, ini kan jadi bertentangan," sambung Legislator Partai Gerindra.

Wihadi bilang, daripada OJK mempermasalahkan soal perdagangan kripto. Alangkah baikanya OJK sebagai lembaga pengawas keuangan mengawasi bank-bank di Indonesia saat ini seenaknya memperjualkan asuransi serta menawarkan investasi yang justru banyak masalah dengan adanya unitlink yg tidak dibayarkan oleh pihak Asuransi dan itu dipasarkan melalui bank.

Lebih lanjut Wihadi mencurigai ada niat apa sampai OJK begitu keras terhadap kripto sehingga melarang untuk diperdangankan. Namun disisi lain OJK menerapkan doubel standar dengan masih membebaskan bank bebas berjualan produk-produk asuransi yang jelas membodohi dan membohongi masyarakat.

Baca Juga: OJK Larang Fasilitasi Perdagangan Kripto, Pengamat Protes Kok Dilarang 

Halaman:

Editor: Silfa Utami

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Lima Fakta Bank BRI Mampu Cetak Laba Rp 32,22 triliun

Kamis, 3 Februari 2022 | 14:07 WIB

Terpopuler

X