• Jumat, 20 Mei 2022

Jaga PIN ATM, Empat Modus Kejahatan Skimming ATM yang Meresahkan

- Rabu, 30 Maret 2022 | 12:15 WIB
Ilustrasi, pembantu asal Indonesia mencuri uang ATM majikan di Singapura (pexels-photo-5699376-Rodnae Production)
Ilustrasi, pembantu asal Indonesia mencuri uang ATM majikan di Singapura (pexels-photo-5699376-Rodnae Production)

VIEWS, JAKARTA - Skimming ATM merupakan tindakan pencurian informasi kartu baik debit maupun kredit dengan cara menduplikat data yang terdapat pada strip magnetik kartu. Hingga saat ini belum ditemukan solusi terbaik untuk menangani kejahatan ini. Tak tanggung-tanggung, korban bisa mengalami kerugian dalam jumlah besar.

Berdasarkan laporan data Bank Oversea-Chinese Banking Corporation Limited (OCBC) NISP, kerugian akibat kejahatan skimming di Amerika Serikat mencapai 1 miliar dolar AS per tahunnya. Pun di Indonesia, juga telah menimbulkan kerugian hingga miliaran rupiah. Kasus terakhir menimpa nasabah BCA dengan kerugian sebesar Rp 135 juta.

Modus operasi skimming, melansir laman resmi BCA, biasanya menggunakan alat deteksi bernama skimmer yang ditempelkan pada slot kartu di mesin ATM. Alat ini kemudian mampu merekam informasi dari kartu korban. Tak hanya skimmer, teknik kejahatan skimming juga bisa dilakukan dengan empat modus berikut:

Baca Juga: Pembantu asal Indonesia di Penjara 25 Minggu di Singapura, Curi Uang Majikan di ATM

1. Menempelkan Card Reader

Modus skimming yang paling umum digunakan sindikat adalah dengan menempelkan pembaca kartu atau card reader. Ukurannya yang sangat tipis, Anda tidak bisa melihatnya saat di mulut ATM. Jika kartu ATM sudah dimasuki card reader, seluruh data mulai dari nomor debit atau kredit sampai PIN akan terbaca secara otomatis.

2. Memasang Spy Camera

Spy Camera atau juga dikenal sebagai kamera tersembunyi karena ukurannya yang sangat kecil. Ini pasang pelaku pada bagian atas papan PIN atau mulut ATM yang kemudian mampu mendeteksi seluruh data informasi ATM korban. Namun, modus kejahatan skimming ATM dengan spy camera ini tidak begitu berbahaya ketimbang menggunakan card reader, karena proses pengambilan data tidak secara otomatis.

Baca Juga: Agar Terhindar dari Penipuan Bukti Transfer dan Struk ATM Palsu, Ini Tipsnya

Halaman:

Editor: Silfa Utami

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X