• Selasa, 4 Oktober 2022

Tak Ada Barcode PeduliLindungi, Wisata Kota Tua Tak Jadi Dibuka

- Selasa, 21 September 2021 | 14:25 WIB
Wisata Kota Tua batal dibuka untuk umum (Joglowisata)
Wisata Kota Tua batal dibuka untuk umum (Joglowisata)

VIEWS, JAKARTA - Sebelumnya disebutkan bahwa wisata Kota Tua mulai dibuka untuk masyarakat umum, Sabtu, 18 September 2021. Pembukaan kawasan Kota Tua awalnya direncanakan khusus bagi masyarakat yang ingin berolahraga. Namun, pembukaan Kota Tua batal dilakukan lantaran tersedianya barcode aplikasi PeduliLindungi.

"Kita lagi proses aplikasi PeduliLindungi ternyata perkiraan kita sudah mau beres kemarin ternyata belum," kata Kepala UPK Kota Tua Dedy Tarmizi, Selasa, 21 September 2021. Terkait pembatalana tersebut, maka pengelola kembali melakukan persiapan ulang sebelum memastikan Kota Tua kembali dibuka.

Persiapan itu antara lain menunggu pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Kesehatan terkait barcode PeduliLindungi, mendapatkan sertifikat Cleanliness, Health, Safety and Environment Sustainability (CHSE) dan melengkapi sarana dan prasaran.

Baca Juga: Istimewanya Nasi Jinggo di Bali Bisa Bikin di Rumah, Catat Cara Membuatnya

Dedy memastikan sampai saat ini yang beroperasi di wilayah Kota Tua hanya restoran, hotel, perkantoran hingga kafe. Namunpihaknya belum bisa memastikan kapan Kota Tua bisa kembali dibuka untuk masyarakat umum.

Baca Juga: Tidak Ada Lagi PPKM Level 4, Benarkah Turis Asing dari Negara Ini Diperbolehkan Wisata ke Bali?

"Pada Sabtu pekan lalu buka untuk uji coba. Sekarang belum dibuka, karena masih nunggu barcode untuk dipasang," kata seorang petugas keamanan yang enggan disebutkan namanya di lokasi Kota Tua di Jakarta Barat, akhir pekan lalu.

Kota Tua Jakarta mempunyai lebar 1,3 kilometer persegi dan melintasi wilayah Jakarta Utara dan Jakarta Barat (Pinangsia, Taman Sari dan Roa Malaka). Wilayah ini dijuluki "Permata Asia" dan "Ratu dari Timur" pada masa abad ke-16 oleh para pelayar Eropa karena lokasinya yang strategis dan sumber daya melimpah dianggap sebagai pusat perdagangan benua Asia.

Editor: Maulina Siregar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X