• Rabu, 10 Agustus 2022

Menparekraf Sandiaga Uno Persilakan Tempat Wisata Dibuka saat Akhir Tahun, Namun Ini Batasannya

- Selasa, 30 November 2021 | 10:23 WIB
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno. A (NTARA/HO-Kemenparekraf)
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno. A (NTARA/HO-Kemenparekraf)

VIEWS, JAKARTA - Pemerintah akan memberlakukan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 secara nasional pada 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022. Hal ini pastinya akan berpengaruh pada sektor pariwisata mengingat akhir tahun masa cuannya pelaku wisata.

Menparekraf Sandiaga Uno dalam pernyataannya mengatakan kebijakan penerapan PPKM Level 3 secara serempak di seluruh daerah ini hanya bersifat sementara.

Baca Juga: Waspadai Varian Omicron, Jepang Larang Semua Warga Asing Masuk ke Negaranya Selama Sebulan  "Kita tidak ingin mengulang masalah yang sama dimana libur nasional dan libur hari besar agama selalu menjadi pemicu terjadinya lonjakan kasus COVID-19 di Indonesia. Yang perlu diingat, kebijakan penerapan PPKM level 3 ini bukan melarang akan tetapi membatasi operasional dan aktivitas usaha atau destinasi wisata baik dari aspek waktu operasional, kapasitas pengunjung dan penerapan protokol kesehatan secara ketat pada saat perayaan Natal dan Tahun Baru 2021-2022," ujarnya.

Baca Juga: Status PPKM DKI Jakarta Naik ke Level 2, Sekarang Bisa Makan di Warteg Sampai 60 Menit Instrumen regulasi utamanya PPKM level 3 nasional akan diatur dalam Inmendagri. Kementerian dan Lembaga lainnya, termasuk Kemenparekraf, menerbitkan surat edaran tentang kebijakan operasional yang merujuk pada Inmendagri.

Kemenparekraf, lanjut Sandi telah menyusun draf surat edaran (SE) sebagai tindak lanjut Inmendagri tentang Aktivitas Usaha dan Destinasi Wisata Pada Saat Perayaan Natal dan Tahun baru 2021 -2022 .

Surat Edaran tersebut ditujukan kepada para Kepala Daerah ( Gubernur, Bupati dan Walikota) serta para Ketua Asosiasi Usaha Pariwisata untuk dapat mendukung sosialisasi, penerapan serta melakukan pengawasan dan pengendalian kebijakan aktivitas usaha dan destinasi wisata selama perayaan natal dan tahun baru 2021 -2022, karena urusan kepariwisataan sesungguhnya merupakan urusan otonom pemerintah daerah.

Substansi pengaturan SE tersebut diantaranya memuat:

a) Penegasan aktivitas jenis usaha dan tempat / destinasi wisata pada saat perayaan natal dan tahun baru 2021 / 2022 yang merujuk pada pengaturan waktu operasional, kapasitas pengunjung dan penerapan protokol kesehatan pada status PPKM Level 3 yang telah diatur dalam Inmendagri

b) Pelarangan perayaan malam pergantian tahun baru pada tanggal 31 Desember 2021-1 Januari 2022

c) Penerapan protokol kesehatan dan penggunaan aplikasi Peduli Lindungi

Halaman:

Editor: Mauliana Noor

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X