• Sabtu, 10 Desember 2022

Benarkan Protein Hewani Pemicu Kanker, Kenali Lima Mitos Tentang Protein

- Selasa, 18 Januari 2022 | 16:30 WIB
Ilustrasi, tentang mitos daging hewani pemicu kanker (pexels-photo-5774154-Becerra Govea )
Ilustrasi, tentang mitos daging hewani pemicu kanker (pexels-photo-5774154-Becerra Govea )

 

VIEWS, JAKARTA - Protein merupakan salah satu makronutrien yang dibutuhkan tubuh. Nutrisi ini membantu mengaktifkan sel, jaringan, dan organ untuk bekerja dengan optimal.

National Academy of Medicine menetapkanasupan protein mulai dari 10 persen hingga 35 persen dari total kalori setiap hari. “Di luar itu, hanya ada sedikit informasi yang solid tentang jumlah protein ideal dalam makanan atau target paling sehat untuk kalori yang disumbangkan oleh protein,” demikian menurut Harvard's TH Chan School of Public Health Nutrition Source . Pernyataan ini menyebabkan banyak penyakit tentang protein, ini lima di antaranya.

Baca Juga: Berbagai Penyebab Kanker Usus dan Pantangan yang Harus Dihindari

1. Tidak ada batasan mengonsumsi protein

Faktanya, banyak alasan yang membuat asupan protein sebaiknya dibatasi. Makan lebih banyak dari yang dibutuhkan dapat membebani ginjal, menyebabkan kerusakan dan kondisi seperti asam urat, kata Steven Gundry, direktur International Heart & Lung Institute for Restorative Medicine.

Diet jenis keto dan Atkins menganjurkan banyak makan daging dan telur, keduanya cenderung tinggi lemak jenuh dan kolesterol, kata Ruby Lathon, ahli gizi di Washington DC. Hal itu dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan kanker. Jadi, protein nabati adalah cara terbaik untuk mendapatkan protein, menurut sebuah studi 2020 di British Medical Journal.

2. Makanan nabati tidak bisa memenuhi kebutuhan protein

Para ahli dulu menyarankan memasangkan protein nabati tertentu untuk mendapatkan protein lengkap, salah satunya yang mengandung sembilan asam amino esensial. Tapi sekarang diketahui bahwa tidak harus menggabungkan protein nabati dengan sempurna dalam satu kali makan selama makan dari berbagai kelompok makanan di siang hari. Faktanya, menurut ulasan 2019, vegetarian yang mengonsumsi cukup makanan kaya protein mendapat lebih dari cukup protein dan asam amino. Kacang, kacang-kacangan, dan biji-bijian dapat memenuhi kebutuhan harian seperti halnya produk hewani.

Baca Juga: Stop Gunakan Minyak Goreng Bekas atau Jelantah, Bisa Picu Sel Kanker

Halaman:

Editor: Mauliana Noor

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bahaya untuk Pencernaan, Stop Makan Sambil Berdiri

Senin, 25 April 2022 | 12:26 WIB

Puasa Jangan Lewatkan Sahur, Ini Pesan Ahli Gizi

Rabu, 30 Maret 2022 | 12:44 WIB

Beginilah Kiat Mengelola Stres yang Berkepanjangan

Jumat, 11 Maret 2022 | 08:00 WIB

Terpopuler

X