• Selasa, 4 Oktober 2022

Cangkok Ginjal Babi di Tubuh Manusia, Ini yang Terjadi Hasil Eksperimen 77 Jam

- Sabtu, 22 Januari 2022 | 07:00 WIB
Ilustrasi cangkok ginjal usai eksperimen selama 77 jam (pexels-photo-1840756-Miguel A Padrinan)
Ilustrasi cangkok ginjal usai eksperimen selama 77 jam (pexels-photo-1840756-Miguel A Padrinan)

VIEWS, JAKARTA - Dunia kedokteran terus berkembang. Salah satunya dengan mencoba mencangkokkan ginjal babi di tubuh manusia. Dua ginjal babi telah dicangkokkan ke tubuh seorang pria yang mengalami mati batang otak (brain dead) dalam sebuah eksperimen di Amerika Serikat. Kedua ginjal sebelumnya telah direkayasa secara genetik untuk menekan peluang ditolak oleh sistem imun tubuh pasien penerimanya.

Hasilnya, sepanjang 77 jam eksperimen pascaoperasi transplantasi itu dilakukan, penolakan tak terjadi. Hasil ini dipublikasikan dalam American Journal of Transplatation 20 Januari 2022, dilansir views.id dari Tempo pada Jumat 21 Januari 2022.

Baca Juga: Nyesek Banget, Pria Ini Donorkan Ginjal untuk Ibu Sang Pacar Imbalannya Malah Diputusin

“Momen ini adalah sebuah tonggak besar dalam bidang xenotransplantasi, yang dianggap sebagian kalangan solusi terbaik mengatasi krisis donor organ,” kata dokter bedah Jayme Locke dari Fakultas Kedokteran di University of Alabama. Menurut dia, “Kita telah…mendapatkan data keselamatan dan efektivitas yang diperlukan untuk memulai uji klinis.”

Eksperimen dilakukan pada pada pasien bernama Jim Parsons pada 30 September lalu. Kedua ginjal yang didonorkan berasal dari sumber yang sama dalam transplantasi jantung untuk pasien bernama David Bennett pada 7 Januari lalu. Bedanya, Bennett diberikan organ jantung babi karena tidak ada opsi lain untuknya. Sedangkan cangkok ginjal dilakukan sebagai uji awal keselamatan pasien penerimanya.

Keluarga mengizinkan tubuh Parsons dijaga tetap hidup menggunakan mesin ventilator hingga studi cangkok ginjal babi itu selesai dilakukan. Untuk uji itu, ginjal milik Parsons dikeluarkan untuk digantikan dengan ginjal babi yang sudah direkayasa secara genetik.

“Jim pasti menginginkan untuk menyelamatkan sebanyak mungkin orang dengan kematiannya, dan jika dia tahu dia berpotensi menyelamatkan ribuan dan ribuan orang, dia pasti tak akan ragu dengan eksperimen ini,” kata mantan istri Parsons, Julie O’Hara.

Organ-organ babi normalnya tidak bisa begitu saja dicangkokkan karena mereka pasti akan ditolak sistem imun tubuh manusia, meski si pasien diberikan obat untuk meredam respons imun tubuhnya. Tapi, organ babi yang digunakan dalam eksperimen dan terapi ini sudah lebih dulu menjalani rekayasa genetik oleh perusahaan bioteknologi Amerika, Revivicor.

Sebanyak empat gen pada babi telah dinonaktifkan, termasuk sejumlah kode protein yang berperan memicu respons imun tubuh si resipien. Babi yang sama juga mendapatkan tambahan enam gen milik manusia.

Halaman:

Editor: Mauliana Noor

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Inilah Delapan Negara yang Sudah Bebas dari Covid 19

Rabu, 23 Februari 2022 | 18:59 WIB

Terpopuler

X